RSS
 

Posts Tagged ‘pemilu 2014’

MK TANPA CATATAN, TAPI SAYA PUNYA CATATAN

22 Aug

MK telah memutuskan dan menetapkan Presiden RI terpilih tadi malam. Meski demikian, bolehlah saya tetap menyoroti beberapa hal berkaitan dengan itu. Bukan ahli, cuma pengamat amatiran yang sehari-hari ngamen di kampus. Tapi kan tetep ‘rakyat’ juga. Hehe.

1. Memutuskan menolak seluruh gugatan tanpa catatan. Ini luar biasa. Istilah lainnya: Ditolak mentah-mentah. Semua tak berdasar. Semua cuma ilusi. Semua cuma ngarang. Lalu bagaimana dengan fakta berbagai pelanggaran Pilpres di Papua, to name a few? Misalnya, yang paling terkenal, kesaksian Novella. Hanya ilusi? Mimpi? Wallahu a’lam.

2. DKPP memutuskan beberapa pelanggaran dengan beragam sanksi sampai pemecatan. Apakah ini bukan pelanggaran pemilu? Mengapa MK tidak melihat hal yang sama, padahal bukti-bukti yang dihadirkan lebih banyak? Wallahu a’lam.

3. Jumlah DPT yang kacau. Misal, Papua (lagi). Jumlah penduduk hanya 2,9 Juta. Tapi jumlah pemilih bisa mencapai 3,2 Juta. Tiga ratus ribu manusia itu datang dari mana ya? Wallahu a’lam.

4. Jumlah lembar putusan adalah 4.000 sekian lembar. Sebagai penulis, saya bertanya-tanya, apakah mungkin menulis sebanyak itu dalam 3 hari saja? Artinya, sehari ngetik seribu lembar. Gak tahu kalau kamu, kalau saya sih jelas kelenger. Seratus halaman dalam sehari aja sudah njarem, apalagi seribu lembar. Yah, mungkin karena saya gak tahu metode penulisannya, apakah dibagi ke beberapa orang (tapi kemungkinan besar tidak nyambung kontennya), atau… Sudah ditulis jauh-jauh hari sebelumnya saat masih bersidang? Wallahu a’lam.

5. Seharusnya memang para pendukung Prabowo ‘legawa’ 100%. Tapi sikap ini tidak bisa juga dipaksa-paksa karena mereka hanya manusia biasa. Toh, selama 10 tahun belakangan ada seorang manusia biasa lain yang kebetulan pernah menjabat sebagai Presiden RI yang tidak pernah legawa dengan pemerintahan yang sekarang, dan tidak ada yang memaksanya untuk legawa.

Terakhir, 6. Presiden RI secara de facto adalah Bpk. Joko Widodo. Tapi mungkin sebagian diri saya akan tetap menganggap Prabowo Subianto (dan SBY) sebagai pemimpin, bapak bangsa saya.

#merdeka

 
 

SELAMAT UNTUK PRESIDEN RI TERPILIH 2014-2019

22 Aug

DENGAN keputusan MK tadi malam yang menolak SELURUH gugatan Prabowo-Hatta TANPA catatan, maka saya ucapkan SELAMAT atas terpilihnya Bpk. Joko Widodo dan Bpk. Muhamad Jusuf Kalla sebagai Presiden RI 2014-2019.

Sebagai salah satu warga negara yang berharap negerinya berdaulat dan sejahtera, saya menitipkan AMANAH kepada beliau berdua untuk TERUS BERUSAHA menolak, melawan, membendung, dan menghancurkan kepentingan-kepentingan negara-negara asing, aseng, dan para mafia pribumi yang tentunya sama sekali TIDAK BERPIHAK kepada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kiranya Allah SWT selalu berkenan melimpahkan berkah, ridho, dan rahmat-Nya kepada Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia yang mencintai bangsanya.

#merdeka

 
 

DAN MK MEMUTUSKAN…

20 Aug

KEPUTUSAN MK, apa saja kemungkinannya?

A. Keputusan “Biasa”

1. MK memutuskan untuk mengabulkan seluruh permohonan Prabowo-Hatta berdasarkan data-fakta kecurangan TSM yang telah terbuktikan di pengadilan.

2. MK memutuskan untuk mengabulkan sebagian permohonan Prabowo-Hatta, yakni dengan memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di beberapa wilayah seperti Papua dan penghitungan suara ulang di sebagian wilayah seperti Jawa Timur.

3. MK membatalkan hasil penghitungan suara oleh KPU dan mengesahkan hasil penghitungan suara berdasarkan permohonan Prabowo-Hatta.

4. MK menolak seluruh permohonan Prabowo-Hatta karena tidak cukup bukti adanya kecurangan TSM, serta mengesahkan hasil penghitungan suara versi KPU yang memenangkan Jokowi-JK.

TAPI, ingat, ini pengadilan konstitusi oleh MK. MK bisa saja memutuskan hal-hal di luar dugaan pemirsa sekalian oleh karena kondisi negara yang sudah sedemikian kritis, dengan makin besarnya arus serangan konspirasi besar negara-negara penjajah (AS i.e. Clinton cs, Israel, Kanada, Singapura, Australia) yang berkoalisi dengan penjahat-penjahat pribumi dalam selimut, dengan didukung oleh agen-agen intelijen Cina yang berhasil menghimpun kekuatan dari barisan konglomerat Cina hitam, bersatu padu menguasai ekonomi dan politik Indonesia.

MAKA, MK dapat mengeluarkan keputusan “Luar Biasa” sebagai berikut:

B. Keputusan “Luar Biasa”

MK memutuskan untuk membatalkan pemilihan presiden RI 2014-2019, membubarkan KPU, dan memberi mandat kepada Presiden RI 2009-2014 untuk menyelenggarakan pemilu presiden ulang dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun.

Dengan melihat sosok Presiden SBY yang sangat cermat, teliti, dan strategis, susah percaya kepada orang lain, maka pantang baginya untuk menyerahkan Indonesia kepada kandidat yang diketahui jelas hanya menjadi “boneka” bagi penjahat-penjahat kemanusiaan di belakangnya.

Pun Prabowo Subianto belum dianggap mampu menghadang serangan konspirasi global sedahsyat itu. Dan bila waktunya telah tiba, bisa saja SBY akan menyerahkan tahta padanya.

The point is: KITA MASIH BUTUH SBY, siapapun Anda, pendukung Prabowo atau Jokowi.

‪#‎merdeka‬

 
 

PESAN UNTUK MUSA = PESAN UNTUK PRESIDEN RI 2014

16 Aug

SEBUAH PESAN untuk pemimpin, khususnya untuk pemimpin NEGARA yang sebentar lagi akan berganti.

Bahwa sebagaimana Musa (Moses) ‘alaihis salaam, yang dipilih dan dilantik langsung oleh Allah SWT sebagai pemimpin bagi bangsa Israil, pasca membantu mereka untuk lepas dari penjajahan keji Kerajaan Mesir yang dipimpin oleh Firaun Ramses II, diperintahkan kepadanya untuk memegang teguh pedoman kepemimpinan yang telah diberikan kepadanya dan bersyukur atas rezeki pelantikan ini.

“(Allah) berfirman,”Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku. Oleh sebab itu BERPEGANG TEGUHLAH kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang BERSYUKUR.” (TQS. Al-A’raaf (7): 144)

Dalam kisah ‘upacara pelantikan’ ini, dipesankan kepada Musa untuk:
1. Berpegang teguh pada pedoman yang telah Allah berikan padanya, yakni berupa kitab Taurat.
2. Mensyukuri, artinya selalu INGAT bahwa ini adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kelak dan agar MEMANFAATKAN dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa Israil (pada saat itu).

Kalau pesan agung ini kita bawa pada konteks pemilihan presiden yang baru saja berlangsung, maka kita bisa pesankan dua hal yang sama kepada presiden terpilih kelak setelah ia dilantik. Yakni:

1. BERPEGANG TEGUH pada pedoman yang telah diberikan kepadanya, dalam hal ini:
– Kitab Suci Al-Quran, karena besar kemungkinan presiden terlantik nanti adalah seorang Muslim.
– Nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
– Berbagai UU yang jelas arahnya untuk kepentingan rakyat
– dan pedoman-pedoman apa saja yang akan menjamin kebaikan arah kepemimpinannya nanti

2. BERSYUKUR atas nikmat terpilih secara langsung di antara 200 juta rakyat Indonesia lainnya. Maka ia haruslah:
– Selalu ingat bahwa ini amanah dari RAKYAT, bukan amanah pihak-pihak asing yang hanya ingin mengambil alih SDA dan SDM bangsa Indonesia,
– Memanfaatkan jabatannya untuk sebaik-baiknya kehidupan rakyat atas dasar rasa syukur yang mendalam itu.

Maka, presiden terlantik nanti JANGANLAH:

– Meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim: shalat, puasa, zakat, dan hendaklah ia menjadi TELADAN bagi rakyatnya dalam menjalankan ketaatannya ini.

– Meninggalkan pedoman utama kepemimpinan dalam Al Quran dan contoh-contoh yang telah diberikan oleh The Greatest Man ever Living, Muhammad SAW.

– Mengkhianati kepercayaan rakyat plus amanah dari Allah SWT ini dengan:

* Mementingkan pihak lain (konglo China nakal, AS, Yahudi dan sekutunya) dalam pengelolaan SDA dan SDM Indonesia

* Menjual aset-aset dan SDA bangsa dengan harga murah kepada pihak lain yang bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia

* Memercayakan pengelolaan negara dan bangsa kepada orang-orang yang diketahui jelas berkaitan dengan:

a. Korupsi BLBI dan membantu pembebasan para pelakunya, sehingga negara harus berhutang sampai tahun 2030an untuk menutupi kerugian kasus tsb.

b. Kasus pembantaian umat Islam di Talangsari, Lampung, ketika mereka sedang shalat Subuh berjamaah hanya gara-gara tuduhan teroris.

c. Pengarangan isu terorisme di Indonesia hingga terbentuklah Densus 88 yang telah membunuh banyak umat Islam yang ‘DIDUGA’ teroris.

d. Kasus pembunuhan Munir

e. Tragedi Mei 1998

f. Berbagai perencanaan dan aksi-aksi anti-Islam yang membuat umat Islam Indonesia sebagai MAYORITAS penduduk tersingkir dan terbatas aksesnya pada modal, SDM, dan teknologi.

g. Upaya konspirasi global AS, Yahudi, Kanada, Cina, Singapura, dan Australia untuk membagi Indonesia menjadi beberapa negara, sehingga mudah dikuasai SDA dan SDMnya, melalui tangan-tangan Bill Clinton, Hillary Clinton, James Riyadi, Keluarga Salim (pemilik BCA), dan mafia-mafia asing lainnya.

Aamiin..

 
 

LAGI-LAGI BEDA JUDUL DAN ISI BERITA DARI KORAN PRO-JKW

05 Aug

BARU saja kemarin saya ulas soal pengambilan kalimat di luar konteks, sehingga merubah makna aslinya, eh pagi ini aksi koboi media seperti itu muncul di koran terbesar di Jatim yang, Alhamdulillah, sampai hari ini saya masih setia langganan: Jawa Pos.

Judul berita di halaman utama: SBY Bantu Tim Transisi Jokowi

Kalau lihat judulnya, para guru bahasa khususnya yang ngajar kelas Membaca atau Reading pasti paham, arah isi beritanya SEHARUSNYA seputar ini:

– SBY mengirim utusan dari pemerintahannya untuk bertemu/bekerja bareng dengan tim transisi Jokowi.

– SBY mendorong tim transisi Jokowi untuk bertemu secepatnya dengan orang-orang di pemerintahannya.

– SBY mengijinkan tim transisi Jokowi untuk bertemu, berdiskusi, dan bekerjasama dengan orang-orang di pemerintahannya.

Tapi, kalau ditelusuri isi beritanya sampai titik darah penghabisan (hehe!), ternyata makna itu tidak muncul sama sekali. Well, mungkin sedikit, tapi itu masih menyerempet jauh (eaaa.. Menyerempet gimana tuh, kok jauh??) Dan inilah tanggapan SBY tentang peresmian Kantor Transisi Jokowi-JK dari isi berita di Jawa Pos itu (kutipan asli):

– SBY menyambut baik pembentukan Rumah Transisi….. Namun, dia menggarisbawahi bahwa transisi pemerintahan tersebut baru bisa dilakukan SETELAH MK memutus perkara sengketa Pilpres 2014.

– “Saya diminta untuk memberikan komentar… Itu bagus sekali. TAPI TIMING-NYA SABAR DULU. Sampai MK menetapkan secara resmi siapa….”

– “Saya kira BEGITU ETIKANYA dan proses yang baik dalam transisi. Itu penting agar tidak terjadi isu politik baru,” tuturnya.

– “Sesuai undang-undang yang berlaku, pemerintahan sekarang punya tanggungjawab untuk menyiapkan RAPBN 2015. Sungguhpun demikian, SETELAH MK MENETAPKAN PRESIDEN TERPILIH, saya akan komunikasi dengan presiden terpilih. TAPI SABAR DULU, sampai dengan MK memutus apa yang diadukan pasangan Prabowo-Hatta,” imbuhnya.

Can you see the misleadings?

Bisa jadi topik belajar buat anak bahasa nih. 🙂

 
 

KENAPA PILIH PRABOWO?

04 Jul

1. Prabowo Tegas.
2. Prabowo Bukan Capres Boneka.
3. Prabowo Bukan Petugas Partai, Tapi Seorang Leader.
4. Prabowo Cerdas (IQnya 152, Mendekati Einstein/Habibie)
5. Prabowo Setia, Tak Pernah Langgar Perjanjian Batutulis.
6. Prabowo Tidak Munafik.
7. Prabowo Berkarakter.
8. Prabowo Militer, Selama Presiden Dari Militer, NKRI Tetap Terjaga. (Megawati -> Sipadan dan Ligitan Diambil Malaysia, Habibie -> Timtim Lepas)
9. Prabowo Anak Menteri Keuangan Soekarno dan Cucu Pendiri Bank BNI, Asal Usul Jelas.
10. Prabowo Berhasil Menjadikan Kopassus Sebagai Pasukan Elite Dunia.
11. Prabowo Ketua HKTI, Peduli Petani Dan Rakyat Kecil.
12. Prabowo Satu-Satunya Capres Yang Berani Kontrak Politik Dengan Buruh.
13. Prabowo Ketua APPSI, Peduli Pedagang Pasar Tradisional.
14. Prabowo Ketua IPSI, Pencak Silat Indonesia Juara SEAGames, Prabowo Rela Rumahnya Dijadikan Tempat Latihan.
15. Prabowo Menguasai 4 Bahasa Asing (Inggris, Jerman, Prancis, Belanda)
16. Prabowo Sabar, Walaupun Difitnah Tak Pernah Membalas.
17. Prabowo Amanah.
18. Prabowo Didukung Tokoh Agama.
19. Prabowo Berhasil Menyelamatkan TKI dari Hukuman Mati Padahal Bukan Pejabat Pemerintahan.
20. Prabowo Ketua Dewan Pembina Gerindra, Ridwan Kamil (Walikota Bandung/Kader Gerindra) Sebagai Walikota Terbaik Dunia.
21. Prabowo Blusukan Ke Puncak Dunia (Mount Everest) Untuk Kibarkan Merah Putih.
22. Prabowo Blusukan Hampir Ke Semua Wilayah Tanah Air Sebagai Prajurit.
23. Prabowo Blusukan Bebaskan Sandera dari OPM, dari Mission Imposible (kata Delta Force AS) menjadi Mission Completed dengan Baik.
24. Prabowo Blusukan Tak Pernah Minta Diliput Media.
25. PRABOWO TIDAK PERNAH NGEMIS UANG RAKYAT UNTUK KAMPANYE, Justru Memberi Bantuan Pada Anak Yatim.
26. Prabowo Tidak Mencla Mencle.
27. Prabowo Berwibawa Dan Disegani Dunia Internasional.
28. Prabowo Satu-Satunya Capres Yang Berhasil Menemukan Kebocoran Kekayaan RI sebesar Rp.1.160 triliun per tahun.
29. Prabowo bukan sekedar merakyat saja tapi memang untuk mensejahterakan rakyat. (Nggak blusukan tok tapi tanpa dampak mensejahterakan)

Trimakasih telah menyebarkannya. (Dari Kang Masyhuri JarismartConsulting)

 
 

BEDA SBY, PRABOWO, DAN JOKOWI TANGGAPI KRITIK

04 Jul

“PARTAI DEMOKRAT yang didirikan SBY dan menjadi partai penguasa kerap menjadi sasaran kritik dari berbagai media mulai dari masalah korupsi hingga masalah Cikeas. Namun SBY tak membredel atau mencabut izin media yang mengkritiknya. Jokowi dan PDIP belum teruji. SBY lebih demokratis.

Sikap Jokowi dan pendukungnya juga berbeda dengan PRABOWO Subianto. Selaku calon presiden, Prabowo pernah dituding berbagai kritikan. Mulai dari dituduh penculik, pembunuh, hingga psikopat, namun Prabowo tetap diam dan tak ada reaksi marah di depan publik.”

–Pangi Syarwi Chaniago (Dosen Politik UIN Syarif Hidayatullah)

Kami juga tak tahu apa saja olok2an Metro TV kepada Prabowo selama ini. Tapi tak ada keinginan kami untuk menyerbu kantor Metro TV. Tidak ada instruksi dari pimpinan timses untuk itu. Ketua Timses Prof Mahfud MD tak pernah instruksikan itu. Dan lagian, kami sadar betul, sungguh Metro TV itu sedang tersandera. Maka kami maklum.

Pertarungan memang keras. Tapi tetap harus sadar diri. Tahan nafsu.

#IStandOnTheLogicalSide

 
 

WANTIMPRES: INDONESIA HARUS DIPIMPIN PRESIDEN YANG KUAT DAN BERANI

04 Jul

“HAL INI antara lain ditandai dengan keberadaan donatur kampanye Jokowi yang usahanya berafiliasi dengan kepentingan asing. Presiden terpilih nanti harus memiliki kemandirian, dan tidak memiliki beban pada pihak asing. Sebab, jika memiliki beban maka pihak asing bisa mengambil keuntungan dari Indonesia.

PRABOWO memiliki tekad, keberanian, kemauan, dan kemampuan untuk mewujudkan ide tentang kekayaan alam Indonesia sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Logikanya, hal inilah yang bikin tidak nyaman negara luar. Karena kalau Indonesia kuat, dikhawatirkan sebagai ancaman serta mereka tidak lagi bisa mengeksploitasi Indonesia untuk kemakmuran mereka.”

–Letjen (TNI) Purn. Romulo Simbolon (Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam)

 

Sumber: http://www.pkspiyungan.org/2014/07/wantimpres-asing-senang-jika-jokowi.html
#IStandOnTheLogicalSide

 
 

DUKUNGAN ULAMA DEMI UANG?

03 Jul

ADA yang mengolok dukungan para Ulama kepada Prabowo dengan serangan pribadi kepada para guru kita itu. Ia bilang emangnya ulama dah pasti masuk surga? Paling2 mereka kan poligami, dan kalo poligami berarti kebutuhan hidup bertambah.

Masya Allah.. Orang ini perlu di-REVOLUSI MENTAL-SPIRITUAL sekaligus. Mungkin sekalian di-REINKARNASI MENTAL juga. Ia lupa sejarah bagaimana para Ulama turut membantu kemerdekaan Indonesia, bersama tokoh agama lainnya.

Astaghfirullah.. Kita juga perlu istighfar. Mungkin kadang hati terselip juga omongan kepada para guru kita. Salim buat para ulama sepuh.. T T

 
 

PRABOWO ANTI-DEMOKRASI?

03 Jul

Ini jawaban beliau di hadapan perwakilan negara-negara asing di Jakarta kemarin. (Selengkapnya di http://asiapacific.anu.edu.au/newmandala/2014/07/01/anti-democratic-prabowos-response/)

 

“I think sometimes or many times my comments have been taken out of context, or not in the complete version. I was asked in that session; that was a session concerning culture. I was asked by the delegation, a senior cultural figure in Indonesian society. He asked me what my opinion was, because in our national ideology – Pancasila – the wording of the clause to describe our version of democracy, we call it kerakyatan [meaning government by the people, for the people] – in the version kerakyatan is guided by what we call hikmah melalui permusyaratan perwakilan [short hand interpretation for a reference for the Fourth Principle of Pancasiila], consultative discussions by representation.

 

“So the direction of the question was, that many in Indonesian social and cultural leaders feel that basically our version of democracy should emphasise more on consultative consensus building through representation, so basically the essence is that democracy in our original constitution actually is more in line with Westminster Parliamentary democracy. This was the general direction of their thought.

 

“It’s not democracy versus authoritarian government. I sort of sense where you want to lead this question. Because I am being created as somebody who is anti-democracy. That I want authoritarian government. I want to go back to the New Order! (laughs and applause from audience). Please be assured. I am a democrat (applause). I BELIEVE IN DEMOCRACY. I WAS A SOLDIER. I was A PROFESSIONAL SOLDIER. And I SOWER AN OATH to the Indonesian constitution to PROTECT the constitution of the Republic. So I always uphold the constitutional power. That’s why I’m in politics. I’ve been politics already for what – nearly ten years? This is MY THIRD GENERAL ELECTION. So I do it the hard way. I don’t go assemble tanks and take over Parliament House, no haha (laughs from audience; more applause).