RSS
 

Posts Tagged ‘jokowi’

PIDATO JOKOWI BELUM CERMINKAN KARAKTER PEMIMPIN

31 Aug

GAK TAHU ya, selagi mendengarkan pidato Presiden terpilih Joko Widodo malam ini di Muktamar PKB di Surabaya, masih sulit bagi saya untuk menerima beliau sebagai pemimpin saya. Agak beda dengan 2009 lalu, saat jagoan saya Pak JK ternyata kalah telak dengan SBY yang sangat perkasa dari segi popularitas dan elektabilitas, saya cenderung lebih bisa menerima kembalinya SBY ke tampuk kepresidenan. Yaa bolehlah, SBY gimana-gimana masih seorang yang cerdas, visioner, seorang pemimpin, komunikator, dan negarawan sejati.

Joko Widodo malam ini bercerita tentang konsep Revolusi Mental yang ia bawa selama masa kampanye kemarin. Tapi sebelum itu, harus saya katakan, cara beliau berpidato masih jauh dari kata ideal sebagai seorang pemimpin dan negarawan. Masih sekelas Ketua RT memberi sambutan di forum tetangga. Tidak ada gebrakan visi, motivasi untuk bangkit. Para pendukung beliau bilang, “Ia gak hebat dalam bicara, tapi hebat dalam kerja.” Yaa oke lah.. Tapi buat saya tetap salah satu SOFTSKILL yang HARUS dimiliki oleh seorang PEMIMPIN adalah kecakapan komunikasi.

Kembali ke Revolusi Mental, saya melihat beliau agak sulit menjelaskan dengan gamblang visi dan misi mulia yang beliau emban lewat istilah Revolusi Mental ini. Ketika saya berharap sesuatu yang benar-benar revolusioner, ternyata hanya sebatas, “Revolusi mental seperti apa? Ya perbaikan akhlak. Moralitas.”

1. Kalau hanya begitu, mengapa harus pakai istilah bombastis begitu segala? Mengapa tidak memakai konsep yang lebih umum yang saat ini masih berusaha diwujudkan oleh pemerintah sekarang, yakni Character Building? Itu saja sudah keren dan berat kok. Tidak perlu memakai istilah yang dulu sering disuarakan oleh kalangan elit komunis untuk menarik hati kaum marginal. Nanti kami jadi salah paham.

2. Bicara perbaikan akhlak, itu tidak mudah. Perubahan hanya akan efektif bila ada keteladanan. Tapi saya agak ragu, bagaimana beliau akan merubah akhlak bangsa manakala DUA KALI kita lihat bersama-sama tataran praktis akhlak pada diri istri beliau yang bongkar-pasang jilbab. Dan kecurigaan kita mengerucut pada sekadar untuk menarik hati calon pemilih Muslim: Pertama di Pilgub DKI, kedua di Pilpres kemarin. Metodenya sama: Saat kampanye berjilbab, selesai kampanye kembali ditanggalkan.

Jadi, mari kita sama-sama terus mengawasi konsep dan janji-janji yang ditawarkan oleh presiden baru kita ini, khususnya agar kami pemilih yang berada di sisi bersebrangan dengan beliau betul-betul dapat menerima beliau sebagai bapak kami, pemimpin kami, sang negarawan sejati, bukan hanya bagi rakyat PDIP atau PKB saja.

Terima kasih. 🙂

 
 

JOKOWI-AHOK UNTUK INDONESIA BARU

31 Aug

Ada yang cerita kepada saya tentang kinerja presiden baru kita semasa menjabat sebagai Gubernur DKI selama 1 tahun kemarin (sebenarnya 1,5 tahun, tapi terpangkas oleh cuti-cuti kampanye dan pencitraan). Katanya:

1. Pertumbuhan ekonomi DKI menurun, dari sebelumnya 6,77% menjadi 6,11%.

2. Banyak anggaran APBD yang tidak terserap, hanya kurang dari 70%, menjadikan DKI terendah tingkat penyerapan anggarannya di antara daerah-daerah lain di Indonesia

3. Tingkat korupsi naik hingga 800%

4. Bertambahnya jumlah warga miskin dari 330 ribu jiwa menjadi 377 ribu jiwa

5. Kacaunya sistem jaminan kesehatan. Pada masa gubernur sebelumnya, sesuai Perda DKI, tiap rakyat miskin berhak mendapatkan jaminan kesehatan hingga maksimal Rp 100 Juta. Berkat Kartu Jakarta Sehat, jatah warga miskin hanya tinggal maksimal Rp 6 Juta, plus berkurangnya jatah obat-obatan.

6. Adanya potensi penyimpangan dana anggaran pengadaan TransJ sebesar Rp 54 Miliar menurut laporan BPKP yang disampaikan oleh pihak Kejagung RI.

Bila pak presiden kita ini selalu mendengung-dengungkan ‘manajemen pengawasan’ dalam pengelolaan negaranya kelak, maka sepertinya patut kita bantu lebih KERAS untuk mengawasi kinerja negara yang jauh lebih luas dan lebih kompleks dari wilayah DKI.

Setelah resmi jadi presiden, kursi Gubernur DKI pun otomatis diduduki oleh Ahok. Bagaimana Ahok? Sebagian orang menilai ia tegas dan berani. Monggo dinilai bersama pernyataan-pernyataan yang diungkapkan beliau di media berikut ini:

1. Konstitusi harus lebih dipatuhi ketimbang Quran

2. Muhammadiyah munafik menolak pelacuran

3. Gak perlu jilbab

4. Mau Jakarta Bersih? Usir warga miskin dari Jakarta

5. Mau Jakarta Tertib? Bakar setengah kota Jakarta

6. FPI Bubarkan saja. Tukang Bikin Keributan.

7. Siswa bandel, saya tembak

8. PNS Jakarta malas dan bodoh

9. Kami sdh putuskan Susan, warga harus terima. Mendagri suruh belajar konstitusi lagi.

10. Gak jamannya lagi harus ikuti aspirasi. Kalau gak ada Betawi emangnya kenapa?

11. Ga mau dukung KJS, Direktur RSUD saya pecat

#TaukAhGelap

 
 

MK TANPA CATATAN, TAPI SAYA PUNYA CATATAN

22 Aug

MK telah memutuskan dan menetapkan Presiden RI terpilih tadi malam. Meski demikian, bolehlah saya tetap menyoroti beberapa hal berkaitan dengan itu. Bukan ahli, cuma pengamat amatiran yang sehari-hari ngamen di kampus. Tapi kan tetep ‘rakyat’ juga. Hehe.

1. Memutuskan menolak seluruh gugatan tanpa catatan. Ini luar biasa. Istilah lainnya: Ditolak mentah-mentah. Semua tak berdasar. Semua cuma ilusi. Semua cuma ngarang. Lalu bagaimana dengan fakta berbagai pelanggaran Pilpres di Papua, to name a few? Misalnya, yang paling terkenal, kesaksian Novella. Hanya ilusi? Mimpi? Wallahu a’lam.

2. DKPP memutuskan beberapa pelanggaran dengan beragam sanksi sampai pemecatan. Apakah ini bukan pelanggaran pemilu? Mengapa MK tidak melihat hal yang sama, padahal bukti-bukti yang dihadirkan lebih banyak? Wallahu a’lam.

3. Jumlah DPT yang kacau. Misal, Papua (lagi). Jumlah penduduk hanya 2,9 Juta. Tapi jumlah pemilih bisa mencapai 3,2 Juta. Tiga ratus ribu manusia itu datang dari mana ya? Wallahu a’lam.

4. Jumlah lembar putusan adalah 4.000 sekian lembar. Sebagai penulis, saya bertanya-tanya, apakah mungkin menulis sebanyak itu dalam 3 hari saja? Artinya, sehari ngetik seribu lembar. Gak tahu kalau kamu, kalau saya sih jelas kelenger. Seratus halaman dalam sehari aja sudah njarem, apalagi seribu lembar. Yah, mungkin karena saya gak tahu metode penulisannya, apakah dibagi ke beberapa orang (tapi kemungkinan besar tidak nyambung kontennya), atau… Sudah ditulis jauh-jauh hari sebelumnya saat masih bersidang? Wallahu a’lam.

5. Seharusnya memang para pendukung Prabowo ‘legawa’ 100%. Tapi sikap ini tidak bisa juga dipaksa-paksa karena mereka hanya manusia biasa. Toh, selama 10 tahun belakangan ada seorang manusia biasa lain yang kebetulan pernah menjabat sebagai Presiden RI yang tidak pernah legawa dengan pemerintahan yang sekarang, dan tidak ada yang memaksanya untuk legawa.

Terakhir, 6. Presiden RI secara de facto adalah Bpk. Joko Widodo. Tapi mungkin sebagian diri saya akan tetap menganggap Prabowo Subianto (dan SBY) sebagai pemimpin, bapak bangsa saya.

#merdeka

 
 

SELAMAT UNTUK PRESIDEN RI TERPILIH 2014-2019

22 Aug

DENGAN keputusan MK tadi malam yang menolak SELURUH gugatan Prabowo-Hatta TANPA catatan, maka saya ucapkan SELAMAT atas terpilihnya Bpk. Joko Widodo dan Bpk. Muhamad Jusuf Kalla sebagai Presiden RI 2014-2019.

Sebagai salah satu warga negara yang berharap negerinya berdaulat dan sejahtera, saya menitipkan AMANAH kepada beliau berdua untuk TERUS BERUSAHA menolak, melawan, membendung, dan menghancurkan kepentingan-kepentingan negara-negara asing, aseng, dan para mafia pribumi yang tentunya sama sekali TIDAK BERPIHAK kepada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kiranya Allah SWT selalu berkenan melimpahkan berkah, ridho, dan rahmat-Nya kepada Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia yang mencintai bangsanya.

#merdeka

 
 

DAN MK MEMUTUSKAN…

20 Aug

KEPUTUSAN MK, apa saja kemungkinannya?

A. Keputusan “Biasa”

1. MK memutuskan untuk mengabulkan seluruh permohonan Prabowo-Hatta berdasarkan data-fakta kecurangan TSM yang telah terbuktikan di pengadilan.

2. MK memutuskan untuk mengabulkan sebagian permohonan Prabowo-Hatta, yakni dengan memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di beberapa wilayah seperti Papua dan penghitungan suara ulang di sebagian wilayah seperti Jawa Timur.

3. MK membatalkan hasil penghitungan suara oleh KPU dan mengesahkan hasil penghitungan suara berdasarkan permohonan Prabowo-Hatta.

4. MK menolak seluruh permohonan Prabowo-Hatta karena tidak cukup bukti adanya kecurangan TSM, serta mengesahkan hasil penghitungan suara versi KPU yang memenangkan Jokowi-JK.

TAPI, ingat, ini pengadilan konstitusi oleh MK. MK bisa saja memutuskan hal-hal di luar dugaan pemirsa sekalian oleh karena kondisi negara yang sudah sedemikian kritis, dengan makin besarnya arus serangan konspirasi besar negara-negara penjajah (AS i.e. Clinton cs, Israel, Kanada, Singapura, Australia) yang berkoalisi dengan penjahat-penjahat pribumi dalam selimut, dengan didukung oleh agen-agen intelijen Cina yang berhasil menghimpun kekuatan dari barisan konglomerat Cina hitam, bersatu padu menguasai ekonomi dan politik Indonesia.

MAKA, MK dapat mengeluarkan keputusan “Luar Biasa” sebagai berikut:

B. Keputusan “Luar Biasa”

MK memutuskan untuk membatalkan pemilihan presiden RI 2014-2019, membubarkan KPU, dan memberi mandat kepada Presiden RI 2009-2014 untuk menyelenggarakan pemilu presiden ulang dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun.

Dengan melihat sosok Presiden SBY yang sangat cermat, teliti, dan strategis, susah percaya kepada orang lain, maka pantang baginya untuk menyerahkan Indonesia kepada kandidat yang diketahui jelas hanya menjadi “boneka” bagi penjahat-penjahat kemanusiaan di belakangnya.

Pun Prabowo Subianto belum dianggap mampu menghadang serangan konspirasi global sedahsyat itu. Dan bila waktunya telah tiba, bisa saja SBY akan menyerahkan tahta padanya.

The point is: KITA MASIH BUTUH SBY, siapapun Anda, pendukung Prabowo atau Jokowi.

‪#‎merdeka‬

 
 

PESAN UNTUK MUSA = PESAN UNTUK PRESIDEN RI 2014

16 Aug

SEBUAH PESAN untuk pemimpin, khususnya untuk pemimpin NEGARA yang sebentar lagi akan berganti.

Bahwa sebagaimana Musa (Moses) ‘alaihis salaam, yang dipilih dan dilantik langsung oleh Allah SWT sebagai pemimpin bagi bangsa Israil, pasca membantu mereka untuk lepas dari penjajahan keji Kerajaan Mesir yang dipimpin oleh Firaun Ramses II, diperintahkan kepadanya untuk memegang teguh pedoman kepemimpinan yang telah diberikan kepadanya dan bersyukur atas rezeki pelantikan ini.

“(Allah) berfirman,”Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku. Oleh sebab itu BERPEGANG TEGUHLAH kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang BERSYUKUR.” (TQS. Al-A’raaf (7): 144)

Dalam kisah ‘upacara pelantikan’ ini, dipesankan kepada Musa untuk:
1. Berpegang teguh pada pedoman yang telah Allah berikan padanya, yakni berupa kitab Taurat.
2. Mensyukuri, artinya selalu INGAT bahwa ini adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kelak dan agar MEMANFAATKAN dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa Israil (pada saat itu).

Kalau pesan agung ini kita bawa pada konteks pemilihan presiden yang baru saja berlangsung, maka kita bisa pesankan dua hal yang sama kepada presiden terpilih kelak setelah ia dilantik. Yakni:

1. BERPEGANG TEGUH pada pedoman yang telah diberikan kepadanya, dalam hal ini:
– Kitab Suci Al-Quran, karena besar kemungkinan presiden terlantik nanti adalah seorang Muslim.
– Nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
– Berbagai UU yang jelas arahnya untuk kepentingan rakyat
– dan pedoman-pedoman apa saja yang akan menjamin kebaikan arah kepemimpinannya nanti

2. BERSYUKUR atas nikmat terpilih secara langsung di antara 200 juta rakyat Indonesia lainnya. Maka ia haruslah:
– Selalu ingat bahwa ini amanah dari RAKYAT, bukan amanah pihak-pihak asing yang hanya ingin mengambil alih SDA dan SDM bangsa Indonesia,
– Memanfaatkan jabatannya untuk sebaik-baiknya kehidupan rakyat atas dasar rasa syukur yang mendalam itu.

Maka, presiden terlantik nanti JANGANLAH:

– Meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim: shalat, puasa, zakat, dan hendaklah ia menjadi TELADAN bagi rakyatnya dalam menjalankan ketaatannya ini.

– Meninggalkan pedoman utama kepemimpinan dalam Al Quran dan contoh-contoh yang telah diberikan oleh The Greatest Man ever Living, Muhammad SAW.

– Mengkhianati kepercayaan rakyat plus amanah dari Allah SWT ini dengan:

* Mementingkan pihak lain (konglo China nakal, AS, Yahudi dan sekutunya) dalam pengelolaan SDA dan SDM Indonesia

* Menjual aset-aset dan SDA bangsa dengan harga murah kepada pihak lain yang bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia

* Memercayakan pengelolaan negara dan bangsa kepada orang-orang yang diketahui jelas berkaitan dengan:

a. Korupsi BLBI dan membantu pembebasan para pelakunya, sehingga negara harus berhutang sampai tahun 2030an untuk menutupi kerugian kasus tsb.

b. Kasus pembantaian umat Islam di Talangsari, Lampung, ketika mereka sedang shalat Subuh berjamaah hanya gara-gara tuduhan teroris.

c. Pengarangan isu terorisme di Indonesia hingga terbentuklah Densus 88 yang telah membunuh banyak umat Islam yang ‘DIDUGA’ teroris.

d. Kasus pembunuhan Munir

e. Tragedi Mei 1998

f. Berbagai perencanaan dan aksi-aksi anti-Islam yang membuat umat Islam Indonesia sebagai MAYORITAS penduduk tersingkir dan terbatas aksesnya pada modal, SDM, dan teknologi.

g. Upaya konspirasi global AS, Yahudi, Kanada, Cina, Singapura, dan Australia untuk membagi Indonesia menjadi beberapa negara, sehingga mudah dikuasai SDA dan SDMnya, melalui tangan-tangan Bill Clinton, Hillary Clinton, James Riyadi, Keluarga Salim (pemilik BCA), dan mafia-mafia asing lainnya.

Aamiin..

 
 

LAGI-LAGI BEDA JUDUL DAN ISI BERITA DARI KORAN PRO-JKW

05 Aug

BARU saja kemarin saya ulas soal pengambilan kalimat di luar konteks, sehingga merubah makna aslinya, eh pagi ini aksi koboi media seperti itu muncul di koran terbesar di Jatim yang, Alhamdulillah, sampai hari ini saya masih setia langganan: Jawa Pos.

Judul berita di halaman utama: SBY Bantu Tim Transisi Jokowi

Kalau lihat judulnya, para guru bahasa khususnya yang ngajar kelas Membaca atau Reading pasti paham, arah isi beritanya SEHARUSNYA seputar ini:

– SBY mengirim utusan dari pemerintahannya untuk bertemu/bekerja bareng dengan tim transisi Jokowi.

– SBY mendorong tim transisi Jokowi untuk bertemu secepatnya dengan orang-orang di pemerintahannya.

– SBY mengijinkan tim transisi Jokowi untuk bertemu, berdiskusi, dan bekerjasama dengan orang-orang di pemerintahannya.

Tapi, kalau ditelusuri isi beritanya sampai titik darah penghabisan (hehe!), ternyata makna itu tidak muncul sama sekali. Well, mungkin sedikit, tapi itu masih menyerempet jauh (eaaa.. Menyerempet gimana tuh, kok jauh??) Dan inilah tanggapan SBY tentang peresmian Kantor Transisi Jokowi-JK dari isi berita di Jawa Pos itu (kutipan asli):

– SBY menyambut baik pembentukan Rumah Transisi….. Namun, dia menggarisbawahi bahwa transisi pemerintahan tersebut baru bisa dilakukan SETELAH MK memutus perkara sengketa Pilpres 2014.

– “Saya diminta untuk memberikan komentar… Itu bagus sekali. TAPI TIMING-NYA SABAR DULU. Sampai MK menetapkan secara resmi siapa….”

– “Saya kira BEGITU ETIKANYA dan proses yang baik dalam transisi. Itu penting agar tidak terjadi isu politik baru,” tuturnya.

– “Sesuai undang-undang yang berlaku, pemerintahan sekarang punya tanggungjawab untuk menyiapkan RAPBN 2015. Sungguhpun demikian, SETELAH MK MENETAPKAN PRESIDEN TERPILIH, saya akan komunikasi dengan presiden terpilih. TAPI SABAR DULU, sampai dengan MK memutus apa yang diadukan pasangan Prabowo-Hatta,” imbuhnya.

Can you see the misleadings?

Bisa jadi topik belajar buat anak bahasa nih. 🙂

 
 

KENAPA PILIH PRABOWO?

04 Jul

1. Prabowo Tegas.
2. Prabowo Bukan Capres Boneka.
3. Prabowo Bukan Petugas Partai, Tapi Seorang Leader.
4. Prabowo Cerdas (IQnya 152, Mendekati Einstein/Habibie)
5. Prabowo Setia, Tak Pernah Langgar Perjanjian Batutulis.
6. Prabowo Tidak Munafik.
7. Prabowo Berkarakter.
8. Prabowo Militer, Selama Presiden Dari Militer, NKRI Tetap Terjaga. (Megawati -> Sipadan dan Ligitan Diambil Malaysia, Habibie -> Timtim Lepas)
9. Prabowo Anak Menteri Keuangan Soekarno dan Cucu Pendiri Bank BNI, Asal Usul Jelas.
10. Prabowo Berhasil Menjadikan Kopassus Sebagai Pasukan Elite Dunia.
11. Prabowo Ketua HKTI, Peduli Petani Dan Rakyat Kecil.
12. Prabowo Satu-Satunya Capres Yang Berani Kontrak Politik Dengan Buruh.
13. Prabowo Ketua APPSI, Peduli Pedagang Pasar Tradisional.
14. Prabowo Ketua IPSI, Pencak Silat Indonesia Juara SEAGames, Prabowo Rela Rumahnya Dijadikan Tempat Latihan.
15. Prabowo Menguasai 4 Bahasa Asing (Inggris, Jerman, Prancis, Belanda)
16. Prabowo Sabar, Walaupun Difitnah Tak Pernah Membalas.
17. Prabowo Amanah.
18. Prabowo Didukung Tokoh Agama.
19. Prabowo Berhasil Menyelamatkan TKI dari Hukuman Mati Padahal Bukan Pejabat Pemerintahan.
20. Prabowo Ketua Dewan Pembina Gerindra, Ridwan Kamil (Walikota Bandung/Kader Gerindra) Sebagai Walikota Terbaik Dunia.
21. Prabowo Blusukan Ke Puncak Dunia (Mount Everest) Untuk Kibarkan Merah Putih.
22. Prabowo Blusukan Hampir Ke Semua Wilayah Tanah Air Sebagai Prajurit.
23. Prabowo Blusukan Bebaskan Sandera dari OPM, dari Mission Imposible (kata Delta Force AS) menjadi Mission Completed dengan Baik.
24. Prabowo Blusukan Tak Pernah Minta Diliput Media.
25. PRABOWO TIDAK PERNAH NGEMIS UANG RAKYAT UNTUK KAMPANYE, Justru Memberi Bantuan Pada Anak Yatim.
26. Prabowo Tidak Mencla Mencle.
27. Prabowo Berwibawa Dan Disegani Dunia Internasional.
28. Prabowo Satu-Satunya Capres Yang Berhasil Menemukan Kebocoran Kekayaan RI sebesar Rp.1.160 triliun per tahun.
29. Prabowo bukan sekedar merakyat saja tapi memang untuk mensejahterakan rakyat. (Nggak blusukan tok tapi tanpa dampak mensejahterakan)

Trimakasih telah menyebarkannya. (Dari Kang Masyhuri JarismartConsulting)

 
 

BEDA SBY, PRABOWO, DAN JOKOWI TANGGAPI KRITIK

04 Jul

“PARTAI DEMOKRAT yang didirikan SBY dan menjadi partai penguasa kerap menjadi sasaran kritik dari berbagai media mulai dari masalah korupsi hingga masalah Cikeas. Namun SBY tak membredel atau mencabut izin media yang mengkritiknya. Jokowi dan PDIP belum teruji. SBY lebih demokratis.

Sikap Jokowi dan pendukungnya juga berbeda dengan PRABOWO Subianto. Selaku calon presiden, Prabowo pernah dituding berbagai kritikan. Mulai dari dituduh penculik, pembunuh, hingga psikopat, namun Prabowo tetap diam dan tak ada reaksi marah di depan publik.”

–Pangi Syarwi Chaniago (Dosen Politik UIN Syarif Hidayatullah)

Kami juga tak tahu apa saja olok2an Metro TV kepada Prabowo selama ini. Tapi tak ada keinginan kami untuk menyerbu kantor Metro TV. Tidak ada instruksi dari pimpinan timses untuk itu. Ketua Timses Prof Mahfud MD tak pernah instruksikan itu. Dan lagian, kami sadar betul, sungguh Metro TV itu sedang tersandera. Maka kami maklum.

Pertarungan memang keras. Tapi tetap harus sadar diri. Tahan nafsu.

#IStandOnTheLogicalSide

 
 

WANTIMPRES: INDONESIA HARUS DIPIMPIN PRESIDEN YANG KUAT DAN BERANI

04 Jul

“HAL INI antara lain ditandai dengan keberadaan donatur kampanye Jokowi yang usahanya berafiliasi dengan kepentingan asing. Presiden terpilih nanti harus memiliki kemandirian, dan tidak memiliki beban pada pihak asing. Sebab, jika memiliki beban maka pihak asing bisa mengambil keuntungan dari Indonesia.

PRABOWO memiliki tekad, keberanian, kemauan, dan kemampuan untuk mewujudkan ide tentang kekayaan alam Indonesia sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Logikanya, hal inilah yang bikin tidak nyaman negara luar. Karena kalau Indonesia kuat, dikhawatirkan sebagai ancaman serta mereka tidak lagi bisa mengeksploitasi Indonesia untuk kemakmuran mereka.”

–Letjen (TNI) Purn. Romulo Simbolon (Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden bidang Hankam)

 

Sumber: http://www.pkspiyungan.org/2014/07/wantimpres-asing-senang-jika-jokowi.html
#IStandOnTheLogicalSide