RSS
 

Posts Tagged ‘hut ri 69’

SEXY-EROTIC MODERN DANCE DI PERINGATAN KEMERDEKAAN RI KE 69

18 Aug

Sementara itu, HAL MENYEDIHKAN yang terjadi pada peringatan kemerdekaan RI ke-69 kemarin adalah mengetahui bahwa penjajahan budaya belum berakhir dan, bahkan, mungkin makin ganas.

Well, mungkin kamu akan bilang saya terlalu lebay (itu artinya kamu secara tak sadar sudah terkena dampak penjajahan budaya ini dan saya harus selamatkan kamu. Hehe). Tapi, melihat pemandangan tiga orang gadis yang menari-menari dengan bergaya seksi-erotis sungguh cukup mencederai peringatan KEMERDEKAAN negara kita ini.

Dengan pakaian yang minim, tiga gadis itu berlenggak-lenggok ala dancer di klub-klub malam tempat berjual beli minuman keras dan bermabuk-mabukan. Lebih parah lagi, di akhir dance, mereka beradegan melepas rok. Dan saat itulah, audience yang sebagian besarnya anak-anak muda (sebagian berhijab) makin ramai riuh dan tepuk tangannya.

Saya berpikir, “Ini gila!” Anak-anak muda itu telah menganggap apa yang oleh norma-norma budaya dan agama kita disebut sebagai kemaksiatan sebagai pujaan mereka, gaya hidup mereka, standar ideal hidup mereka. Sebuah kesalahan yang menjadi keniscayaan. Sesuatu yang salah, tapi karena dibiarkan saja, akhirnya menjadi kebenaran.

Dan, sepertinya ada semacam pola tertentu dalam dunia modern dance masa kini: Tema tarian laki-laki = sporty, manly; tema tarian perempuan = sexy-erotic. Kalau para penari itu, khususnya, mengaku Muslim, maka boleh saya tanyakan:
– Di mana shalat mereka?
– Di mana puasa mereka?
– Di mana zakat mereka?
– Di mana agama mereka?
– Di mana budaya bangsa mereka?

Terakhir, sebagian orang yang skeptis berkata pada saya, “Alah, kamu pasti juga ikutan nonton toh? Hahaha!”

Saya jawab, “Iya, saya nonton. Tapi niatnya jauh beda sama kamu!”

#merdeka

 
 

INI CARA DOSEN MENGISI KEMERDEKAAN DI HUT RI KE-69

18 Aug

HAL MENYENANGKAN yang terjadi pada hari peringatan kemerdekaan RI ke-69 kemarin adalah ketika di hari libur itu, yang biasa orang pada istirahat (pegawai negeri setelah upacara), atau bermain bersama keluarga, sebagian DOSEN di UB malah langsung sibuk BERJUANG mengisi kemerdekaan dengan menyelesaikan proses AKREDITASI internasional versi ASEAN University Network.

Puluhan dosen dari berbagai program studi di UB itu (termasuk saya yang terundang dalam tim Prodi S1 Administrasi Publik FIA) langsung larut dalam pekerjaannya begitu upacara usai. Mereka merancang, menulis, menyusun, lalu mempresentasikan berkas pengajuan akreditasi di hadapan auditor internal.

Saya yakin mereka pasti lelah dan capek, berkutat dengan detil-detil kecil seperti data-data dosen, mahasiswa, prestasi prodi, dan lain sebagainya, menyusunnya menjadi satu agar memeroleh penilaian maksimal dari akreditor ASEAN nanti.

Biarpun begitu, saya kira mereka yakin bahwa ini adalah cara mereka untuk mengisi kemerdekaan, meningkatkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, satu bentuk pengabdian mereka pada bangsa dan negara.

Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan, satu huruf yang mereka pikiran dan ketik di atas layar laptop mereka, dinilai sebagai satu kebaikan yang berbalas setidaknya 10x lipat.

#merdeka