RSS
 

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Tugas Kelas Lab E-Gov – Pertemuan ke 4 (9-10 Oktober 2014)

08 Oct

Hi, guys. Saya mohon maaf hari ini tidak bisa mendampingimu belajar di laboratorium komputer bersama-sama. Hari ini ada pekerjaan di luar kota yang harus saya selesaikan. Untuk mengisi waktu, mohon ikuti petunjuk berikut ini ya.

  1. Kumpulkan tugas Microsoft Word kemarin ke Mas Karim (admin lab).
  2. Buatlah sebuah presentasi dengan menggunakan Microsoft Power Point dengan topik karangan yang kamu tulis dengan Microsoft Word kemarin.
  3. Buatlah presentasi dengan sebagus-bagusnya sesuai dengan kaidah membuat slide presentasi yang baik dan benar.
  4. Minggu depan sebagian darimu akan mendapat giliran untuk menyuguhkan presentasi tersebut di kelas.
  5. Setelah presentasi, kita akan bahas beberapa tips membuat presentasi yang menarik dengan menggunakan Microsoft Power Points

Terima kasih dan selamat mengerjakan. 🙂

Tip: Untuk contoh-contoh Power Points yang menarik, kunjungi website ini.

 

 
 

Business English – Meeting 3

07 Oct

Hi, guys! Enjoy the material! (Sorry for the late uploading. A lot of stuff to do these days.)

Meeting 3 = Psychology of Money

 
 

LAB MSI-PUBLIK – TUGAS PERTEMUAN KE-3

01 Oct
  1. Buatlah sebuah karangan dengan topik: “Cara Sukses Menjadi Mahasiswa yang Berkualitas dan Berdaya Saing”.
  2. Karangan diketik dengan menggunakan Microsoft Word dengan pengaturan sebagai berikut:
    1. Ukuran kertas A4
    2. Margin kiri 4 cm, atas 3 cm, kanan 3 cm, dan bawah 3 cm
    3. Jenis dan ukuran huruf untuk judul: Times New Roman 14 pt, dicetak tebal, centered
    4. Jenis dan ukuran huruf untuk isi: Times New Roman 12 pt
    5. Awal paragraf menjorok sepanjang 1 cm, rata kiri
    6. Jarak antar baris 1,5 cm
    7. Jika ada sub judul, gunakan penomoran huruf (A, B, C, dan seterusnya)
    8. Tuliskan namamu di bawah judul dengan huruf Times New Roman 12 pt, dicetak tebal, centered
    9. Berikan gambar-gambar ilustrasi (minimal 1) yang diletakkan di atas atau selaras dengan teks dengan ukuran proporsional.
    10. Tulisan maksimal adalah 2 halaman. Berikan nomor halaman jika lebih dari 1 halaman.
  3. Karangan harus ditulis dengan kata-katamu sendiri. Dilarang mengambil tulisan milik orang lain. Jika ingin mengambil ide tulisan orang lain, sertakan sumber tulisan asal (oleh siapa, dari mana).
  4. Cetaklah hasil karanganmu dengan menggunakan kertas A4 dan serahkan pada saya pada jam pertemuan berikutnya/minggu depan (setelah jam kelas tidak akan diterima).
  5. Bagi yang menyerahkan hasil cetak karangannya pada hari yang ditentukan, ia akan mendapat nilai untuk mata kuliah ini. Bagi yang tidak menyerahkan pada hari yang ditentukan, ia tidak akan mendapat nilai.
  6. SELAMAT MENULIS!

 Aulia Luqman Aziz

 
 

UNTUNG SAYA SEMPAT INGATKAN MEREKA TENTANG INI

01 Oct

Sebuah praktik yang biasa, cenderung membudaya, yang terjadi di kalangan kita orang Indonesia, khususnya mahasiswa. Yakni, praktik titip absen. Dan itulah yang saya temukan setidaknya di salah satu kelas saya kemarin.

Saat kelas akan berakhir, saya mengedarkan buku daftar hadir mahasiswa untuk ditandangani masing-masing mereka. Sebenarnya yang saya lakukan ini agak berbeda dengan kebiasaan semester lalu. Dulu saya biasa mengontrol kehadiran mahasiswa di kelas saya dengan memanggil satu per satu nama mereka dan membubuhkan tanda centang di kolom nama mereka yang hadir dan tanda garis (strip) untuk mereka yang tidak hadir. Tetapi, untuk semester ini saya merubah kebiasaan tersebut. Saya mempersilahkan mahasiswa untuk menandatangani sendiri kolom nama mereka setiap kali pertemuan kelas. Bukan apa-apa, ini untuk menghemat waktu dan tenaga saya saja (baca: suara) mengingat struktur jadwal mengajar saya yang sehari bisa sekaligus tiga kelas dengan masing-masing kelas berisi 40 orang mahasiswa.

Read the rest of this entry »

 
 

BUSINESS ENGLISH – 3rd MEETING MATERIAL

22 Sep

Please download the material for our 3rd meeting from the link below. Thank you. 🙂

2 – Meeting 2 = Business

 
 

INILAH 25 RAHASIA DOSEN YANG WAJIB DIKETAHUI MAHASISWA

22 Sep

Hubungan dosen dengan mahasiswa kerap kali berlangsung rumit (ciyus!). Kadang, dua manusia beda usia itu bisa sangat mesra. Mereka seperti sepasang kekasih yang kompak bergandeng tangan di taman penuh bunga. Saling memuji, saling menguatkan. Mereka adalah tim yang saling melengkapi.

Tapi, kadang-kadang hubungan mereka juga memanas. Keduannya terjebak pada syak wasangka. Si dosen menganggap mahasiswa tak kooperatif dan kurang sungguh-sungguh belajar. Adapun mahasiswa kerap mencurigai dosen sebagai makhluk abad 16 yang tidak bisa mengerti visi hidup anak muda.

Kesalahpahaman itu dipicu oleh perbedaan perspektif. Karena itu, supaya kamu bisa kenali dosen dengan lebih baik, kesalahpahaman seperti itu tidak harus terjadi. Ketahuilah 20 sifat mereka ini.

Read the rest of this entry »

 
 

UNTUK MAS ANAS URBANINGRUM

13 Sep

Mas, maafkan kami. Selama ini kami langsung menjatuhkan vonis bersalah padamu. Langsung menuntut janjimu untuk menggantung diri di Monas begitu kamu ditetapkan sebagai tersangka. Langsung menghujatmu sebagai pembohong besar tahun ini. Langsung percaya begitu saja dengan segala kisah yang disampaikan oleh mantan bendahara umummu, orang kepercayaanmu semasa memimpin partai biru itu. Dengan alur cerita yang begitu meyakinkan ia memperdaya kami semua.

Kini, vonis 15 tahun penjara menunggu hari-harimu. Para jaksa banyak mengabaikan fakta-fakta persidangan yang justru meringankanmu. Mengabaikan banyak kesaksian yang justru membenarkan cerita kehidupanmu sendiri. Akan tetapi mereka tetap kukuh dengan skenario cerita versi mereka. Skenario cerita yang telah disusun oleh produser dan sutradara-sutradara bertangan dingin dan bersimbah darah pengkhianat negeri. Pengkhianat yang hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, keluarga mereka sendiri, bisnis mereka sendiri, dan (sepertinya) NEGARA mereka sendiri. Orang-orang haus darah kekuasaan yang dengan segala kekuatan dan jaringan yang mereka miliki, hanya satu tujuannya: Islam harus bubar! Dan kamu, mas, sebagai tokoh muda Muslim yang cemerlang dan cerdas, turut menjadi target operasi senyap mereka.

Mas, saya gak bisa apa-apa sekarang, kecuali hanya berharap para hakim yang memutuskan perkaramu nanti adalah mereka yang setidaknya punya dua kriteria: ketakwaannya kuat dan jarang nonton televisi. Hanya dengan ketakwaanlah mereka akan berani memutuskan perkara dengan cara yang berbeda dengan cara kami, masyarakat awam, memutuskan perkara seseorang yang baru dituduh bersalah. Hanya dengan ketakwaanlah mereka akan berani melihat dari sudut pandang lain yang selama ini kami luput daripadanya, yakni kebenaran. Kebenaran yang tertutup kabut informasi yang dihembuskan media-media sesat, media-media asing, media-media aseng, dan media-media antek. Bahkan media-media yang seharusnya hijau pun tak kuasa menahan derasnya informasi yang mengarah pada satu hal: Kamu bersalah, mas!

Mas, sekali lagi maafkan saya. Maafkan kami. Kami yang selama ini berprasangka buruk padamu. Padahal kami tahu bahwa Allah Swt melarang kami untuk berprasangka hingga semuanya tetap.

(Untuk Mas Anas Urbaningrum yang sedang belajar hikmah sabar dan tawakkal)

 
 

PILKADA VIA DPRD, YANG TERBAIK UNTUK SAAT INI

11 Sep

BICARA tentang perdebatan antara Pilkada yang dilaksanakan secara langsung atau melalui DPRD sangat menarik. Kedua argumen memiliki landasan rasionalnya masing-masing yang didasarkan tak hanya pada kondisi politik tapi juga sosial, budaya, dan keamanan masyarakat di daerah kekinian.

Tentunya untuk membahas masalah ini lebih mendalam dan akurat, kita perlu menyimak kajian-kajian dari para pakar Administrasi Publik semisal Dr. M.R. Khairul Muluk, Prof. Bambang Supriyono, Prof. Soesilo Zauhar, atau Dr. Irwan Noor yang kebetulan kesemuanya adalah senior-senior yang saya kagumi di Fakultas Ilmu Administrasi UB. Wa bil khusus, Pak Muluk yang salah satu karya terbaiknya tentang partisipasi masyarakat di pemerintahan daerah sedang saya dan tim terjemahkan saat ini.

Akan tetapi dari pandangan logika sederhana saya, memang seharusnya Pilkada tidak dilaksanakan secara langsung. Ya, pada prinsipnya, BELUM WAKTUNYA kita memberikan kesempatan kepada segala lapisan masyarakat untuk memilih calon pemimpin daerahnya secara langsung. Kita harus menyadari dengan seksama bahwa kita belum siap untuk menuju tahapan itu. Berbagai tindak kejahatan seperti money politics, pada tingkatan terkecil, dan pengarahan opini yang menyesatkan, pada tingkatan terluas, masih belum mampu diantisipasi dan dihadapi oleh masyarakat kita. Saya kira saya tidak perlu cerita bagaimana dahsyatnya pengaruh bagi-bagi uang atau beras di pagi hari pemilihan, atau bagaimana mudahnya (atau susahnya, dari sudut pandang yang sebaliknya) kita terseret arus informasi yang sebenarnya tidak berimbang, terlalu lebay, hingga menyesatkan publik.

Lalu, bagaimana sistem yang terbaik? Dengan pilihan yang ada, saya percaya sistem pemilihan pemimpin yang diterapkan di perguruan tinggi (negeri, khususnya) adalah yang terbaik. Rektor tidak serta merta terpilih dari ia yang mendapatkan suara terbanyak dari hasil pemilihan langsung oleh seluruh civitas akademika, melainkan berjenjang. Misalnya di UB, seluruh dosen dan pegawai memiliki hak suara untuk memilih satu orang calon. Pemenang tahap ini tidak langsung ditetapkan sebagai rektor, tetapi harus melalui tahap pemilihan berikutnya di tingkat senat universitas. Kita tahu, senat pasti diisi oleh orang-orang terbaik dari sebuah lembaga pendidikan, dalam hal ini dinilai dari gelar dan capaian akademisnya. Artinya, siapa rektor terpilih berada di tangan orang-orang terbaik di lembaga itu, orang-orang terpandai, yang paling “alim”. Dari situ, diharapkan yang terpilih adalah juga yang terbaik dari yang terbaik.

Bila sistem ini dibawa ke konteks Pilkada, kemungkinan untuk memunculkan pemimpin terbaik sangatlah besar. Hanya saja yang menjadi masalah, bagaimana menetapkan tolok ukur orang-orang “terbaik” yang memiliki hak pilih lanjutan itu? Bila di kampus kita bisa melihat dari tingginya gelar akademis, bagaimana dengan di konteks masyarakat umum? Bila jawabannya adalah tokoh masyarakat, siapakah tokoh masyarakat itu, atau, apa kriteria seseorang bisa ditetapkan sebagai seorang tokoh masyarakat? Pada saat ini, apapun kriteria yang ditetapkan untuk mendapatkan hak pilih lanjutan ini pasti akan dinilai sebagai sebentuk diskriminasi yang tidak demokratis.

Satu-satunya mekanisme pemilihan orang-orang “khusus” dalam sistem bernegara kita adalah pemilihan anggota DPRD. Meskipun pemilihan anggota DPRD itu sendiri masih menyimpan banyak kekurangan dan, pada hakikatnya, masalah yang sama dengan mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung, untuk sementara ini saya menganggap ini adalah pilihan terbaik. Bagaimana pun anggota DPRD ini adalah orang-orang terpilih yang memiliki kelebihan di atas anggota masyarakat lainnya (syukur-syukur lebih cerdas dan relijius, atau setidaknya lebih terkenal atau lebih kaya). Maka, mengapa tidak kita serahkan saja hak memilih kepala daerah kepada mereka?

Pilihan saya ini memang masih banyak kekurangannya. Yang jelas, sekali lagi, prinsipnya adalah kita belum siap untuk pilkada secara langsung. Bila ada mekanisme lain yang lebih berbobot sebagaimana diterapkan oleh perguruan tinggi, mengapa tidak kita pertimbangkan?

PS: Sedikit dari sudut pandang yang lain, inilah satu sebab mengapa saya suka dengan PKS dan sistem musyawarah dan suksesi kepemimpinan yang mereka terapkan. Majelis Syura yang terdiri dari 99 orang pilihan dari seluruh daerah, yang telah menapaki jalan kaderisasi setahap demi setahap dari bawah, yang tertempa dan terdidik dengan segala ilmu khususnya ilmu akhirat di tiap tahapan kaderisasi, yang tidak bisa ujug-ujug jadi pejabat elit, memiliki suara tertinggi untuk segala kebijakan strategis partai.

 
 

IRIDOLOGI: DIAGNOSA PENYAKIT LEWAT MATA

01 Sep

IRIDOLOGI. Ada yang tahu apa itu? Sepertinya Pak Yulizar yang bisa menjelaskan menfaatnya untuk kita.

Seperti banyak orangtua dan putranya yang datang menemui kami untuk berkonsultasi tentang penentuan jurusan di perkuliahan dan karir melalui ANALISA SIDIK JARI Jarismart Consulting, Pak Yulizar bersama putrinya Dian Safitri bertemu kami tadi malam. Fitri, panggilan akrab putrinya itu, sangat ingin menentukan pilihan karirnya ke depan walaupun sekarang ia masih duduk di kelas X di SMA Ar-Rahmah.

Sambil cerita-cerita, Pak Yulizar ini ternyata di waktu luangnya membuka klinik herbal Muslim yang melayani beberapa terapi pengobatan Islami, seperti bekam, rukyah, jual-beli obat herbal Islami, diagnosa tangan, dan sebuah metode untuk mengetahui penyakit apa yang terkandung dalam diri kita yang disebut dengan IRIDOLOGI.

Dalam Iridologi, terapis akan membuat diagnosa penyakit-penyakit apa saja yang ada dalam diri kita melalui mata. Dalam praktiknya, Pak Yulizar dibantu dengan sebuah alat foto lapisan luar mata dan sebuah piranti lunak khusus. Dengan hanya melihat foto mata tersebut, beliau bisa mengetahui ragam penyakit yang sedang kita derita.

Seorang keponakannya kemarin didiagnosa oleh dokter mengalami gangguan saraf di sekitar kepala bagian depan. Sebelumnya, Pak Yulizar terlah berhasil mengidentifikasi gangguan itu lewat foto mata keponakannya tersebut. Katanya, terdapat garis pecah-pecah di lapisan iris matanya, sehingga memang ada dugaan kuat terjadi gangguan pada saraf kepala.

Menariknya, dari sisi kesehatan ini, ternyata kita bisa mengetahui mengapa batas aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali tangan dan mata. Hikmahnya adalah dengan metode alternatif ini, terapis bisa memeriksa gangguan penyakit pasien hanya melalui mata dan tangan. Jadi sepertinya itu sebabnya mengapa aturan aurat wanita demikian, karena sejak jaman dahulu identifikasi penyakit bisa dilakukan melalui mata dan tangan.

Makin banyak saja hikmah yang terungkap dari kehidupan pada jaman Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan makin mempertebal iman kita. 🙂

 

http://www.facebook.com/JarismartConsulting

 

 

 
 

PIDATO JOKOWI BELUM CERMINKAN KARAKTER PEMIMPIN

31 Aug

GAK TAHU ya, selagi mendengarkan pidato Presiden terpilih Joko Widodo malam ini di Muktamar PKB di Surabaya, masih sulit bagi saya untuk menerima beliau sebagai pemimpin saya. Agak beda dengan 2009 lalu, saat jagoan saya Pak JK ternyata kalah telak dengan SBY yang sangat perkasa dari segi popularitas dan elektabilitas, saya cenderung lebih bisa menerima kembalinya SBY ke tampuk kepresidenan. Yaa bolehlah, SBY gimana-gimana masih seorang yang cerdas, visioner, seorang pemimpin, komunikator, dan negarawan sejati.

Joko Widodo malam ini bercerita tentang konsep Revolusi Mental yang ia bawa selama masa kampanye kemarin. Tapi sebelum itu, harus saya katakan, cara beliau berpidato masih jauh dari kata ideal sebagai seorang pemimpin dan negarawan. Masih sekelas Ketua RT memberi sambutan di forum tetangga. Tidak ada gebrakan visi, motivasi untuk bangkit. Para pendukung beliau bilang, “Ia gak hebat dalam bicara, tapi hebat dalam kerja.” Yaa oke lah.. Tapi buat saya tetap salah satu SOFTSKILL yang HARUS dimiliki oleh seorang PEMIMPIN adalah kecakapan komunikasi.

Kembali ke Revolusi Mental, saya melihat beliau agak sulit menjelaskan dengan gamblang visi dan misi mulia yang beliau emban lewat istilah Revolusi Mental ini. Ketika saya berharap sesuatu yang benar-benar revolusioner, ternyata hanya sebatas, “Revolusi mental seperti apa? Ya perbaikan akhlak. Moralitas.”

1. Kalau hanya begitu, mengapa harus pakai istilah bombastis begitu segala? Mengapa tidak memakai konsep yang lebih umum yang saat ini masih berusaha diwujudkan oleh pemerintah sekarang, yakni Character Building? Itu saja sudah keren dan berat kok. Tidak perlu memakai istilah yang dulu sering disuarakan oleh kalangan elit komunis untuk menarik hati kaum marginal. Nanti kami jadi salah paham.

2. Bicara perbaikan akhlak, itu tidak mudah. Perubahan hanya akan efektif bila ada keteladanan. Tapi saya agak ragu, bagaimana beliau akan merubah akhlak bangsa manakala DUA KALI kita lihat bersama-sama tataran praktis akhlak pada diri istri beliau yang bongkar-pasang jilbab. Dan kecurigaan kita mengerucut pada sekadar untuk menarik hati calon pemilih Muslim: Pertama di Pilgub DKI, kedua di Pilpres kemarin. Metodenya sama: Saat kampanye berjilbab, selesai kampanye kembali ditanggalkan.

Jadi, mari kita sama-sama terus mengawasi konsep dan janji-janji yang ditawarkan oleh presiden baru kita ini, khususnya agar kami pemilih yang berada di sisi bersebrangan dengan beliau betul-betul dapat menerima beliau sebagai bapak kami, pemimpin kami, sang negarawan sejati, bukan hanya bagi rakyat PDIP atau PKB saja.

Terima kasih. 🙂