RSS
 

Archive for September 13th, 2014

UNTUK MAS ANAS URBANINGRUM

13 Sep

Mas, maafkan kami. Selama ini kami langsung menjatuhkan vonis bersalah padamu. Langsung menuntut janjimu untuk menggantung diri di Monas begitu kamu ditetapkan sebagai tersangka. Langsung menghujatmu sebagai pembohong besar tahun ini. Langsung percaya begitu saja dengan segala kisah yang disampaikan oleh mantan bendahara umummu, orang kepercayaanmu semasa memimpin partai biru itu. Dengan alur cerita yang begitu meyakinkan ia memperdaya kami semua.

Kini, vonis 15 tahun penjara menunggu hari-harimu. Para jaksa banyak mengabaikan fakta-fakta persidangan yang justru meringankanmu. Mengabaikan banyak kesaksian yang justru membenarkan cerita kehidupanmu sendiri. Akan tetapi mereka tetap kukuh dengan skenario cerita versi mereka. Skenario cerita yang telah disusun oleh produser dan sutradara-sutradara bertangan dingin dan bersimbah darah pengkhianat negeri. Pengkhianat yang hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, keluarga mereka sendiri, bisnis mereka sendiri, dan (sepertinya) NEGARA mereka sendiri. Orang-orang haus darah kekuasaan yang dengan segala kekuatan dan jaringan yang mereka miliki, hanya satu tujuannya: Islam harus bubar! Dan kamu, mas, sebagai tokoh muda Muslim yang cemerlang dan cerdas, turut menjadi target operasi senyap mereka.

Mas, saya gak bisa apa-apa sekarang, kecuali hanya berharap para hakim yang memutuskan perkaramu nanti adalah mereka yang setidaknya punya dua kriteria: ketakwaannya kuat dan jarang nonton televisi. Hanya dengan ketakwaanlah mereka akan berani memutuskan perkara dengan cara yang berbeda dengan cara kami, masyarakat awam, memutuskan perkara seseorang yang baru dituduh bersalah. Hanya dengan ketakwaanlah mereka akan berani melihat dari sudut pandang lain yang selama ini kami luput daripadanya, yakni kebenaran. Kebenaran yang tertutup kabut informasi yang dihembuskan media-media sesat, media-media asing, media-media aseng, dan media-media antek. Bahkan media-media yang seharusnya hijau pun tak kuasa menahan derasnya informasi yang mengarah pada satu hal: Kamu bersalah, mas!

Mas, sekali lagi maafkan saya. Maafkan kami. Kami yang selama ini berprasangka buruk padamu. Padahal kami tahu bahwa Allah Swt melarang kami untuk berprasangka hingga semuanya tetap.

(Untuk Mas Anas Urbaningrum yang sedang belajar hikmah sabar dan tawakkal)