RSS
 

Archive for August, 2014

PIDATO JOKOWI BELUM CERMINKAN KARAKTER PEMIMPIN

31 Aug

GAK TAHU ya, selagi mendengarkan pidato Presiden terpilih Joko Widodo malam ini di Muktamar PKB di Surabaya, masih sulit bagi saya untuk menerima beliau sebagai pemimpin saya. Agak beda dengan 2009 lalu, saat jagoan saya Pak JK ternyata kalah telak dengan SBY yang sangat perkasa dari segi popularitas dan elektabilitas, saya cenderung lebih bisa menerima kembalinya SBY ke tampuk kepresidenan. Yaa bolehlah, SBY gimana-gimana masih seorang yang cerdas, visioner, seorang pemimpin, komunikator, dan negarawan sejati.

Joko Widodo malam ini bercerita tentang konsep Revolusi Mental yang ia bawa selama masa kampanye kemarin. Tapi sebelum itu, harus saya katakan, cara beliau berpidato masih jauh dari kata ideal sebagai seorang pemimpin dan negarawan. Masih sekelas Ketua RT memberi sambutan di forum tetangga. Tidak ada gebrakan visi, motivasi untuk bangkit. Para pendukung beliau bilang, “Ia gak hebat dalam bicara, tapi hebat dalam kerja.” Yaa oke lah.. Tapi buat saya tetap salah satu SOFTSKILL yang HARUS dimiliki oleh seorang PEMIMPIN adalah kecakapan komunikasi.

Kembali ke Revolusi Mental, saya melihat beliau agak sulit menjelaskan dengan gamblang visi dan misi mulia yang beliau emban lewat istilah Revolusi Mental ini. Ketika saya berharap sesuatu yang benar-benar revolusioner, ternyata hanya sebatas, “Revolusi mental seperti apa? Ya perbaikan akhlak. Moralitas.”

1. Kalau hanya begitu, mengapa harus pakai istilah bombastis begitu segala? Mengapa tidak memakai konsep yang lebih umum yang saat ini masih berusaha diwujudkan oleh pemerintah sekarang, yakni Character Building? Itu saja sudah keren dan berat kok. Tidak perlu memakai istilah yang dulu sering disuarakan oleh kalangan elit komunis untuk menarik hati kaum marginal. Nanti kami jadi salah paham.

2. Bicara perbaikan akhlak, itu tidak mudah. Perubahan hanya akan efektif bila ada keteladanan. Tapi saya agak ragu, bagaimana beliau akan merubah akhlak bangsa manakala DUA KALI kita lihat bersama-sama tataran praktis akhlak pada diri istri beliau yang bongkar-pasang jilbab. Dan kecurigaan kita mengerucut pada sekadar untuk menarik hati calon pemilih Muslim: Pertama di Pilgub DKI, kedua di Pilpres kemarin. Metodenya sama: Saat kampanye berjilbab, selesai kampanye kembali ditanggalkan.

Jadi, mari kita sama-sama terus mengawasi konsep dan janji-janji yang ditawarkan oleh presiden baru kita ini, khususnya agar kami pemilih yang berada di sisi bersebrangan dengan beliau betul-betul dapat menerima beliau sebagai bapak kami, pemimpin kami, sang negarawan sejati, bukan hanya bagi rakyat PDIP atau PKB saja.

Terima kasih. 🙂

 
 

JOKOWI-AHOK UNTUK INDONESIA BARU

31 Aug

Ada yang cerita kepada saya tentang kinerja presiden baru kita semasa menjabat sebagai Gubernur DKI selama 1 tahun kemarin (sebenarnya 1,5 tahun, tapi terpangkas oleh cuti-cuti kampanye dan pencitraan). Katanya:

1. Pertumbuhan ekonomi DKI menurun, dari sebelumnya 6,77% menjadi 6,11%.

2. Banyak anggaran APBD yang tidak terserap, hanya kurang dari 70%, menjadikan DKI terendah tingkat penyerapan anggarannya di antara daerah-daerah lain di Indonesia

3. Tingkat korupsi naik hingga 800%

4. Bertambahnya jumlah warga miskin dari 330 ribu jiwa menjadi 377 ribu jiwa

5. Kacaunya sistem jaminan kesehatan. Pada masa gubernur sebelumnya, sesuai Perda DKI, tiap rakyat miskin berhak mendapatkan jaminan kesehatan hingga maksimal Rp 100 Juta. Berkat Kartu Jakarta Sehat, jatah warga miskin hanya tinggal maksimal Rp 6 Juta, plus berkurangnya jatah obat-obatan.

6. Adanya potensi penyimpangan dana anggaran pengadaan TransJ sebesar Rp 54 Miliar menurut laporan BPKP yang disampaikan oleh pihak Kejagung RI.

Bila pak presiden kita ini selalu mendengung-dengungkan ‘manajemen pengawasan’ dalam pengelolaan negaranya kelak, maka sepertinya patut kita bantu lebih KERAS untuk mengawasi kinerja negara yang jauh lebih luas dan lebih kompleks dari wilayah DKI.

Setelah resmi jadi presiden, kursi Gubernur DKI pun otomatis diduduki oleh Ahok. Bagaimana Ahok? Sebagian orang menilai ia tegas dan berani. Monggo dinilai bersama pernyataan-pernyataan yang diungkapkan beliau di media berikut ini:

1. Konstitusi harus lebih dipatuhi ketimbang Quran

2. Muhammadiyah munafik menolak pelacuran

3. Gak perlu jilbab

4. Mau Jakarta Bersih? Usir warga miskin dari Jakarta

5. Mau Jakarta Tertib? Bakar setengah kota Jakarta

6. FPI Bubarkan saja. Tukang Bikin Keributan.

7. Siswa bandel, saya tembak

8. PNS Jakarta malas dan bodoh

9. Kami sdh putuskan Susan, warga harus terima. Mendagri suruh belajar konstitusi lagi.

10. Gak jamannya lagi harus ikuti aspirasi. Kalau gak ada Betawi emangnya kenapa?

11. Ga mau dukung KJS, Direktur RSUD saya pecat

#TaukAhGelap

 
 

PKB, APALAGI YANG ENGKAU CARI?

31 Aug

SETELAH bikin HEBOH dengan tiba-tiba atas nama aspirasi Nahdliyin meninggalkan tokoh-tokoh yang sebelumnya sudah dilamar sebagai calon presiden dari internal partainya untuk beralih ke calon partai lain yang dinilai lebih populer dan lebih cepat menang walau tanpa usaha berat,

lalu bikin HEBOH juga dengan ujug-ujug masuknya seorang Rusdi Kirana langsung sebagai Wakil Ketua Umum, tanpa proses kaderisasi dan perjuangan yang jelas sebagaimana salah satu partai berbasis Muslim yang sangat ketat untuk urusan jenjang kaderisasinya,

setelah itu bikin HEBOH dengan, denger-dengernya, menunjuk Dewi Persik untuk seksi membaca tilawah Al-Quran di pembukaan muktamarnya hari ini di Surabaya, yang tentu saja bukan masalah tilawahnya tapi masalah kepantasan saja sebagai partai berbasis Nahdliyin yang sangat kental kesantriannya dan ke-ulama-annya,

kini partai berlambang bola dunia ini bikin HEBOH lagi dengan berencana mengangkat isu ISIS dan HTI ke arah pembubaran. Pada khususnya HTI, sekalipun saya bukan kader dan simpatisan HTI, dan berbeda pandangan mengenai metode perjuangan yang mereka pilih untuk melawan hegemoni konspirasi global laknat-jahat, bagi saya mereka tetaplah umat Muslim juga, yang taat menjalankan agamanya, yang shalat, yang puasa, yang zakat, dan yang haji.

Adapun perbedaan pandangan dalam metode, itu hanyalah ibarat sesama pengajar Bahasa Inggris yang menggunakan metode pengajaran yang berbeda-beda oleh tiap instrukturnya, tapi semua dengan tujuan yang sama. Kalangan Nahdliyin caranya begini, Muhammadiyah caranya begini, kalangan tarbiyah (PKS, KAMMI) caranya begini, HMI caranya begini, HTI caranya begini, FPI caranya begini, dan semua tujuannya SAMA, SATU.

Hemat saya, PKB hendaknya membicarakan hal-hal yang lebih PENTING daripada mengurusi saudaranya sendiri. Hal-hal yang berkaitan dengan kemunculan dan tumbuh-kembangnya generasi muda Nahdliyin yang cenderung berpikiran liberal, yang menafsirkan agama sesuai akal-pikirnya sendiri yang sempit. Juga, muncul dan tumbuh-kembangnya aliran Syiah yang sesat, dan kaum Nahdliyin di pinggiran kota banyak yang terpengaruh oleh propaganda elit-elitnya padahal mereka digeret untuk keluar dari ajaran Islam yang lurus menuju ajaran sesat buatan ulama-ulama (andai pantas disebut ‘ulama’) mereka sendiri.

PKB adalah partai yang didirikan untuk menyerap aspirasi warga Nahdliyin. Janganlah membodohi dan mengkhianati mereka (mengingat mayoritas warga NU masih tertinggal dalam hal pengetahuan dan wawasan) dengan melakukan hal-hal bodoh yang hanya akan menghancurkan dirimu sendiri. Jangan tergiur dengan jabatan selagi mengorbankan nasib warga Nahdliyin, kecuali hanya sekadar menjadikan mereka alat jualan agar partaimu laku.

#merdeka

 
 

MK TANPA CATATAN, TAPI SAYA PUNYA CATATAN

22 Aug

MK telah memutuskan dan menetapkan Presiden RI terpilih tadi malam. Meski demikian, bolehlah saya tetap menyoroti beberapa hal berkaitan dengan itu. Bukan ahli, cuma pengamat amatiran yang sehari-hari ngamen di kampus. Tapi kan tetep ‘rakyat’ juga. Hehe.

1. Memutuskan menolak seluruh gugatan tanpa catatan. Ini luar biasa. Istilah lainnya: Ditolak mentah-mentah. Semua tak berdasar. Semua cuma ilusi. Semua cuma ngarang. Lalu bagaimana dengan fakta berbagai pelanggaran Pilpres di Papua, to name a few? Misalnya, yang paling terkenal, kesaksian Novella. Hanya ilusi? Mimpi? Wallahu a’lam.

2. DKPP memutuskan beberapa pelanggaran dengan beragam sanksi sampai pemecatan. Apakah ini bukan pelanggaran pemilu? Mengapa MK tidak melihat hal yang sama, padahal bukti-bukti yang dihadirkan lebih banyak? Wallahu a’lam.

3. Jumlah DPT yang kacau. Misal, Papua (lagi). Jumlah penduduk hanya 2,9 Juta. Tapi jumlah pemilih bisa mencapai 3,2 Juta. Tiga ratus ribu manusia itu datang dari mana ya? Wallahu a’lam.

4. Jumlah lembar putusan adalah 4.000 sekian lembar. Sebagai penulis, saya bertanya-tanya, apakah mungkin menulis sebanyak itu dalam 3 hari saja? Artinya, sehari ngetik seribu lembar. Gak tahu kalau kamu, kalau saya sih jelas kelenger. Seratus halaman dalam sehari aja sudah njarem, apalagi seribu lembar. Yah, mungkin karena saya gak tahu metode penulisannya, apakah dibagi ke beberapa orang (tapi kemungkinan besar tidak nyambung kontennya), atau… Sudah ditulis jauh-jauh hari sebelumnya saat masih bersidang? Wallahu a’lam.

5. Seharusnya memang para pendukung Prabowo ‘legawa’ 100%. Tapi sikap ini tidak bisa juga dipaksa-paksa karena mereka hanya manusia biasa. Toh, selama 10 tahun belakangan ada seorang manusia biasa lain yang kebetulan pernah menjabat sebagai Presiden RI yang tidak pernah legawa dengan pemerintahan yang sekarang, dan tidak ada yang memaksanya untuk legawa.

Terakhir, 6. Presiden RI secara de facto adalah Bpk. Joko Widodo. Tapi mungkin sebagian diri saya akan tetap menganggap Prabowo Subianto (dan SBY) sebagai pemimpin, bapak bangsa saya.

#merdeka

 
 

SELAMAT UNTUK PRESIDEN RI TERPILIH 2014-2019

22 Aug

DENGAN keputusan MK tadi malam yang menolak SELURUH gugatan Prabowo-Hatta TANPA catatan, maka saya ucapkan SELAMAT atas terpilihnya Bpk. Joko Widodo dan Bpk. Muhamad Jusuf Kalla sebagai Presiden RI 2014-2019.

Sebagai salah satu warga negara yang berharap negerinya berdaulat dan sejahtera, saya menitipkan AMANAH kepada beliau berdua untuk TERUS BERUSAHA menolak, melawan, membendung, dan menghancurkan kepentingan-kepentingan negara-negara asing, aseng, dan para mafia pribumi yang tentunya sama sekali TIDAK BERPIHAK kepada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kiranya Allah SWT selalu berkenan melimpahkan berkah, ridho, dan rahmat-Nya kepada Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia yang mencintai bangsanya.

#merdeka

 
 

DAN MK MEMUTUSKAN…

20 Aug

KEPUTUSAN MK, apa saja kemungkinannya?

A. Keputusan “Biasa”

1. MK memutuskan untuk mengabulkan seluruh permohonan Prabowo-Hatta berdasarkan data-fakta kecurangan TSM yang telah terbuktikan di pengadilan.

2. MK memutuskan untuk mengabulkan sebagian permohonan Prabowo-Hatta, yakni dengan memerintahkan KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang di beberapa wilayah seperti Papua dan penghitungan suara ulang di sebagian wilayah seperti Jawa Timur.

3. MK membatalkan hasil penghitungan suara oleh KPU dan mengesahkan hasil penghitungan suara berdasarkan permohonan Prabowo-Hatta.

4. MK menolak seluruh permohonan Prabowo-Hatta karena tidak cukup bukti adanya kecurangan TSM, serta mengesahkan hasil penghitungan suara versi KPU yang memenangkan Jokowi-JK.

TAPI, ingat, ini pengadilan konstitusi oleh MK. MK bisa saja memutuskan hal-hal di luar dugaan pemirsa sekalian oleh karena kondisi negara yang sudah sedemikian kritis, dengan makin besarnya arus serangan konspirasi besar negara-negara penjajah (AS i.e. Clinton cs, Israel, Kanada, Singapura, Australia) yang berkoalisi dengan penjahat-penjahat pribumi dalam selimut, dengan didukung oleh agen-agen intelijen Cina yang berhasil menghimpun kekuatan dari barisan konglomerat Cina hitam, bersatu padu menguasai ekonomi dan politik Indonesia.

MAKA, MK dapat mengeluarkan keputusan “Luar Biasa” sebagai berikut:

B. Keputusan “Luar Biasa”

MK memutuskan untuk membatalkan pemilihan presiden RI 2014-2019, membubarkan KPU, dan memberi mandat kepada Presiden RI 2009-2014 untuk menyelenggarakan pemilu presiden ulang dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun.

Dengan melihat sosok Presiden SBY yang sangat cermat, teliti, dan strategis, susah percaya kepada orang lain, maka pantang baginya untuk menyerahkan Indonesia kepada kandidat yang diketahui jelas hanya menjadi “boneka” bagi penjahat-penjahat kemanusiaan di belakangnya.

Pun Prabowo Subianto belum dianggap mampu menghadang serangan konspirasi global sedahsyat itu. Dan bila waktunya telah tiba, bisa saja SBY akan menyerahkan tahta padanya.

The point is: KITA MASIH BUTUH SBY, siapapun Anda, pendukung Prabowo atau Jokowi.

‪#‎merdeka‬

 
 

SEXY-EROTIC MODERN DANCE DI PERINGATAN KEMERDEKAAN RI KE 69

18 Aug

Sementara itu, HAL MENYEDIHKAN yang terjadi pada peringatan kemerdekaan RI ke-69 kemarin adalah mengetahui bahwa penjajahan budaya belum berakhir dan, bahkan, mungkin makin ganas.

Well, mungkin kamu akan bilang saya terlalu lebay (itu artinya kamu secara tak sadar sudah terkena dampak penjajahan budaya ini dan saya harus selamatkan kamu. Hehe). Tapi, melihat pemandangan tiga orang gadis yang menari-menari dengan bergaya seksi-erotis sungguh cukup mencederai peringatan KEMERDEKAAN negara kita ini.

Dengan pakaian yang minim, tiga gadis itu berlenggak-lenggok ala dancer di klub-klub malam tempat berjual beli minuman keras dan bermabuk-mabukan. Lebih parah lagi, di akhir dance, mereka beradegan melepas rok. Dan saat itulah, audience yang sebagian besarnya anak-anak muda (sebagian berhijab) makin ramai riuh dan tepuk tangannya.

Saya berpikir, “Ini gila!” Anak-anak muda itu telah menganggap apa yang oleh norma-norma budaya dan agama kita disebut sebagai kemaksiatan sebagai pujaan mereka, gaya hidup mereka, standar ideal hidup mereka. Sebuah kesalahan yang menjadi keniscayaan. Sesuatu yang salah, tapi karena dibiarkan saja, akhirnya menjadi kebenaran.

Dan, sepertinya ada semacam pola tertentu dalam dunia modern dance masa kini: Tema tarian laki-laki = sporty, manly; tema tarian perempuan = sexy-erotic. Kalau para penari itu, khususnya, mengaku Muslim, maka boleh saya tanyakan:
– Di mana shalat mereka?
– Di mana puasa mereka?
– Di mana zakat mereka?
– Di mana agama mereka?
– Di mana budaya bangsa mereka?

Terakhir, sebagian orang yang skeptis berkata pada saya, “Alah, kamu pasti juga ikutan nonton toh? Hahaha!”

Saya jawab, “Iya, saya nonton. Tapi niatnya jauh beda sama kamu!”

#merdeka

 
 

INI CARA DOSEN MENGISI KEMERDEKAAN DI HUT RI KE-69

18 Aug

HAL MENYENANGKAN yang terjadi pada hari peringatan kemerdekaan RI ke-69 kemarin adalah ketika di hari libur itu, yang biasa orang pada istirahat (pegawai negeri setelah upacara), atau bermain bersama keluarga, sebagian DOSEN di UB malah langsung sibuk BERJUANG mengisi kemerdekaan dengan menyelesaikan proses AKREDITASI internasional versi ASEAN University Network.

Puluhan dosen dari berbagai program studi di UB itu (termasuk saya yang terundang dalam tim Prodi S1 Administrasi Publik FIA) langsung larut dalam pekerjaannya begitu upacara usai. Mereka merancang, menulis, menyusun, lalu mempresentasikan berkas pengajuan akreditasi di hadapan auditor internal.

Saya yakin mereka pasti lelah dan capek, berkutat dengan detil-detil kecil seperti data-data dosen, mahasiswa, prestasi prodi, dan lain sebagainya, menyusunnya menjadi satu agar memeroleh penilaian maksimal dari akreditor ASEAN nanti.

Biarpun begitu, saya kira mereka yakin bahwa ini adalah cara mereka untuk mengisi kemerdekaan, meningkatkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, satu bentuk pengabdian mereka pada bangsa dan negara.

Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan, satu huruf yang mereka pikiran dan ketik di atas layar laptop mereka, dinilai sebagai satu kebaikan yang berbalas setidaknya 10x lipat.

#merdeka

 
 

PESAN UNTUK MUSA = PESAN UNTUK PRESIDEN RI 2014

16 Aug

SEBUAH PESAN untuk pemimpin, khususnya untuk pemimpin NEGARA yang sebentar lagi akan berganti.

Bahwa sebagaimana Musa (Moses) ‘alaihis salaam, yang dipilih dan dilantik langsung oleh Allah SWT sebagai pemimpin bagi bangsa Israil, pasca membantu mereka untuk lepas dari penjajahan keji Kerajaan Mesir yang dipimpin oleh Firaun Ramses II, diperintahkan kepadanya untuk memegang teguh pedoman kepemimpinan yang telah diberikan kepadanya dan bersyukur atas rezeki pelantikan ini.

“(Allah) berfirman,”Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku. Oleh sebab itu BERPEGANG TEGUHLAH kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang BERSYUKUR.” (TQS. Al-A’raaf (7): 144)

Dalam kisah ‘upacara pelantikan’ ini, dipesankan kepada Musa untuk:
1. Berpegang teguh pada pedoman yang telah Allah berikan padanya, yakni berupa kitab Taurat.
2. Mensyukuri, artinya selalu INGAT bahwa ini adalah sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kelak dan agar MEMANFAATKAN dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa Israil (pada saat itu).

Kalau pesan agung ini kita bawa pada konteks pemilihan presiden yang baru saja berlangsung, maka kita bisa pesankan dua hal yang sama kepada presiden terpilih kelak setelah ia dilantik. Yakni:

1. BERPEGANG TEGUH pada pedoman yang telah diberikan kepadanya, dalam hal ini:
– Kitab Suci Al-Quran, karena besar kemungkinan presiden terlantik nanti adalah seorang Muslim.
– Nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
– Berbagai UU yang jelas arahnya untuk kepentingan rakyat
– dan pedoman-pedoman apa saja yang akan menjamin kebaikan arah kepemimpinannya nanti

2. BERSYUKUR atas nikmat terpilih secara langsung di antara 200 juta rakyat Indonesia lainnya. Maka ia haruslah:
– Selalu ingat bahwa ini amanah dari RAKYAT, bukan amanah pihak-pihak asing yang hanya ingin mengambil alih SDA dan SDM bangsa Indonesia,
– Memanfaatkan jabatannya untuk sebaik-baiknya kehidupan rakyat atas dasar rasa syukur yang mendalam itu.

Maka, presiden terlantik nanti JANGANLAH:

– Meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim: shalat, puasa, zakat, dan hendaklah ia menjadi TELADAN bagi rakyatnya dalam menjalankan ketaatannya ini.

– Meninggalkan pedoman utama kepemimpinan dalam Al Quran dan contoh-contoh yang telah diberikan oleh The Greatest Man ever Living, Muhammad SAW.

– Mengkhianati kepercayaan rakyat plus amanah dari Allah SWT ini dengan:

* Mementingkan pihak lain (konglo China nakal, AS, Yahudi dan sekutunya) dalam pengelolaan SDA dan SDM Indonesia

* Menjual aset-aset dan SDA bangsa dengan harga murah kepada pihak lain yang bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia

* Memercayakan pengelolaan negara dan bangsa kepada orang-orang yang diketahui jelas berkaitan dengan:

a. Korupsi BLBI dan membantu pembebasan para pelakunya, sehingga negara harus berhutang sampai tahun 2030an untuk menutupi kerugian kasus tsb.

b. Kasus pembantaian umat Islam di Talangsari, Lampung, ketika mereka sedang shalat Subuh berjamaah hanya gara-gara tuduhan teroris.

c. Pengarangan isu terorisme di Indonesia hingga terbentuklah Densus 88 yang telah membunuh banyak umat Islam yang ‘DIDUGA’ teroris.

d. Kasus pembunuhan Munir

e. Tragedi Mei 1998

f. Berbagai perencanaan dan aksi-aksi anti-Islam yang membuat umat Islam Indonesia sebagai MAYORITAS penduduk tersingkir dan terbatas aksesnya pada modal, SDM, dan teknologi.

g. Upaya konspirasi global AS, Yahudi, Kanada, Cina, Singapura, dan Australia untuk membagi Indonesia menjadi beberapa negara, sehingga mudah dikuasai SDA dan SDMnya, melalui tangan-tangan Bill Clinton, Hillary Clinton, James Riyadi, Keluarga Salim (pemilik BCA), dan mafia-mafia asing lainnya.

Aamiin..

 
 

ISIS INDONESIA: BENERAN ADA?

14 Aug

DEKLARASI anti-ISIS di Jatim dan Jabar, menurut saya sih boleh-boleh aja, namanya juga antisipasi gangguan keamanan. Tapi sebaiknya tidak berlebihan juga. Kenapa?

1. ISIS itu di Irak, bukan di sini. Di sini gak ada terorisme. Semua isu terorisme hanyalah buatan pihak-pihak tertentu yang ingin Islam Indonesia lemah, tak berdaya, hancur, bagai buih mengambang di lautan. Siapa?

2. ISIS di sini itu buatan CSIS. Mereka adalah tim think-tank buatan AS yang berdiri resmi di Indonesia sejak 1971. Fungsi nampak: Untuk memberikan masukan atas kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia. Fungsi tak nampak: Untuk hancurkan Islam yang telah ditetapkan oleh Barat sebagai ancaman utama setelah Uni Sovyet tiada.

3. Sejak 1971 itulah pemerintah Indonesia, i.e. Soeharto, dikendalikan penuh oleh CSIS. Singkat cerita, Pak Harto tidak mau terus2an menindas pribumi yang mayoritas Muslim. Dan sejak 1990an, Pak Harto mulai dekat dengan kalangan Islam, mendirikan ICMI, memberikan posisi2 penting kepada tokoh2 Muslim, dst. Semua berkat saja siapa?

*PRABOWO SUBIANTO, the Son-in-Law*

4. Sekarang, isu ISIS dimunculkan di Indonesia oleh CSIS untuk:
– Mengalihkan isu sengketa pilpres di MK
– Mengalihkan isu pembantaian di Gaza
– (Lagi2) Membuat alasan untuk melemahkan Islam Indonesia –> yang “dianggap” teroris, langsung serbu, kalo perlu tembak mati (kata BNPT dan Densus 88: Alhamdulillah, kita ada proyek lagi)

*Anyway, Densus 88 –> didirikan atas bantuan penuh Australia dan diinisiasi oleh Hendropriyono (sekarang jadi penasihat presiden terpilih). Angka 88 itu untuk mengenang jumlah korban Bom Bali dari Australia yang berjumlah 88 orang.

**Anyway, kemarin di Papua ada penembakan atas TNI dan Polisi oleh OPM yak? Kok yang terjun Brimob sih? Densus 88 ke mana? Jawabannya sederhana: Karena OPM BUKAN ISLAM.

So, mari, orang Indonesia, khususnya umat Islam, jangan TERPANCING. ‪#‎ThinkSmart‬!